Ads 468x60px

Wednesday, October 30, 2013

Modem Baru dan Kesialan yang Mengiringi


Senin, 28 Oktober 2013

Pagi itu menjelang shubuh aku dan Kakak melaju menembus tol Jakarta – Cikampek untuk menuju Ciputat. Hari ini aku menginjakkan kaki kembali di Ibukota negara ini. Kali ini aku ke Jakarta berangkat naik mobil bersama dengan Kakak yang kebetulan bawa mobil setelah mengantarkan temannya nikahan di Cianjur. Kakak menyempatkan main ketempatku walaupun waktunya sangat mepet. Kakak Sampai ditempatku sekitar pukul 00.10 dini hari dan menjelang Shubuh sudah bertolak balik ke Ciputat bersama dengan aku.

Aku ikut kesana berniat sekalian membeli modem karena sejak pindah kosan jarak ke kampus lumayan jauh sehigga jika cari internet gratisan juga agak males. Rencana pagi ini aku bersama dengan Kimi namun karena berangkat terlalu pagi sehingga Dia mengatakan akan berangkat sendiri saja agak siang dan langsung ketemu di ITC mangga 2. Kimi mau benarin laptopnya karena rusak kena LCD nya.

Perjalanan di pagi hari ternyata jalan tol sudah lumayan penuh dan terlihat sudah ada antrian ketika akan memasuki gerbang tol. Potret kehidupan Ibukota yang tak pernah sepi dengan suasana macet. Itu juga yang menjadi alasan Kakak memilih berangkat pagi untuk menghindari kemacetan Jakarta. Alhamdulillah perjalanan lancar tidak terjebak macet yang parah dan sekitar 1,5 jam aku sudah sampai di Ciputat. Kakak segera mengembalikan Mobil sewaan yang kami tumpangi tadi karena memang janji dengann orangnya pagi mau dikembalikan. Setelah Itu aku diajak Kakak menuju ke Rahmat Semesta Center dan ketemu dengan teman kakak yang menjadi pengurus disana.

                Siang hari sekitar pukul 9.30 aku dan Kakak berangkat menuju Jakarta Pusat tepatnya ke stasiun Senen. Untuk mencari Tiket balik ke Bangil Jawa Timur. Kakak balik hari ini karena esok pagi pukul 06.30 Wib ada jadwal ngajar di MtsN Bangil. Perjalanan dari Ciputat menuju Senen lumayan lama juga, Aku sampai di Stasiu Senen Pukul 11.40 Wib. Stasiun sekarang sudah beda dengan dahulu, banyak sekali perubahan yang terjadi di stasiun ini. mulai dari pindahnya Loket serta sudah tidak ada nya Calo tiket. Telihat antrian panjang diloket yang baru. Loket sekarang juga berjajar panjang dengan fungsinya masing- masing. seperti hanya melayani pembelian tiket commuter line, penukaran Struk Online, pemesanan tiket pemberangkatan langsung, pembatalan tiket, dsb.

                Pembelian tiket sekarang memang lebih mudah dengan sisitem online dan bisa di pesan 90 hari sebelumnya, namun dengan berlakunya tiket ini sangat sulit dicari jika membelinya mendadak. apalagi untuk tiket kereta kelas ekonomi. Tujuan kesini untuk membeli tiket Gumarang dengan harga 240 ribu. Kereta Gumarang dengan tujuan akhir Surabaya Pasar Turi ini dijadwalkan sampai tujuan pukul 04.00 WIB. Biasanya jika ada telat sekitar 1 jam dan sampai di Surabaya pukul 05.00 sehingga kemungkinan kakak tetep tidak bisa ngajar. Namu dari online semua tiket telah habis dan hanya tinggal tiket ini yang ada dan paling cepat sampai disurabaya dibanding dengan yang lain termasuk Bus.


                Sampai disana Aku mengantri saat mengantri terdengar salah seorang pemesan tiket membeli tiket Bengawan Tujuan Solo. Aku inisiatif membeli tiket bengawan Jika masih ada karena berangakt lebih awal dan sampai di solo sekitar pukul 22.30 WIB. Asumsi Jika oper naik bus sekitar 5 jam sudah  sampai di Surabaya lebih cepat satu jam. Alhamdulliah ternyata tiket bengawan masih ada dan hanya tinggal 2 biji, satu aku beli dan satu ibu yang ngantri sela 3 orang dibelakangku. kemungkinan tiket ini adalah tiket pembatalan penumpang karena malam harinya sudah aku cek dan habis semua. Lega rasanya bisa mendapat tiket ini, karena harganya juga murah.

                Segera setelah tiket telah berada ditangan, kuberikan tiket kepada kakak. Aku pamit dan segera pergi menuju ITC mangga 2 karena aku janji ketemu Kimi disana. Dari senen aku naik Kopamilet 02 yag membawaku sampai didepan lokasi. Melihat jam yang menunjukan angka 12.30 WIB, aku bergegas mencari modem yang menjadi tujuan utamaku sebelum bertemu dengan Kimi. Tak lama aku sudah berada dilantai 5 ITC mall sedangkan Kimi berada di ITC tempat komputer. Aku janji akan menghampirinya setelah aku selesai membeli Modem. Aku berjalan menuju alamat toko yang aku dapat dari Browsing di blok c n0 95. Sebelum sampai kucoba bertanya mengenai Modem ditoko lain dan aku dikasih modem huawei e 173 harga awal 240 dan saat kutawar hanya di potong 15 ribu. Aku lanjut menuju toko yang kutuju, disana toko beda dengan yang lain dengan banyak pelayan yang menghadap komputer online. Mereka menunjukkan katalog online toko yang sama seperti yang aku lihat saat browsing. Disini harga Pas modem yang sama hanya 215 dan tidak bisa ditawar. akhirnya kusepakati beli modem tersebut karena ready stock. Ternyata setelah aku dibuatkan Kwitansi barang belum juga ada dan katanya masih dipesankan. aku coba untuk menunggu hingga waktu menunjukkan pukul 13.15 Wib. Pelayanan yang sangat tidak memuaskan. Akhirnya kubatalkan membeli modem tersebut dan hanya membeli perdana 3 AON 5 giga seharga 55rb.

                Waktu terus berputar dan aku harus menuju ke Stasiun Kota karena transportasi yang kugunakan untuk pulang ke Deltamas adalah kereta lokal dengan jadwal keberangakatan 13.40 WIB. melihat waktu yang sudah mepet aku tidak jadi bertemu Kimi Di ITC dan sepakat bertemu di Stasiun Kota. Sambil perjalanan menuju ke lantai bawah aku sempat menanyakan modem yang sama ditoko lain dan langsung saja aku tawar 210 rb. dan ternyata penjualpun mau melepas modem tersebut.


                Sampai di Stasiun, terlihat Kimi yang telah menungguku. Namun tidak beruntung tiket kereta hangus karena aku dan Kimi ketinggalan kereta. Kereta telah meninggalkan stasiun tepat sesuai jadwal. Akhirnya kupilih menggunakan kereta Commuterline tujuan Bekasi. Mengingat aku belum melaksanakan Sholat dhuhur aku berniat sholat di mushollah yang ada di peron. Setelah aku cari walaupun ada tanda panah menuju musholla ternyata mushollah tersebut tidak kutemukan. Saat coba tanya kepada petugas malah dikasih tahu masjid yang ada diluar. Melihat kondisi ini sudah tidak mungkin untuk aku keluar stasiun lagi.

                Akhirnya aku naik ke Commuterline yang sedari tadi sudah stanby disana. Aku tidak turun di stasiun terakhir dan memutuskan turun di Jatinegara agar bisa sholat dahulu. Setelah sholat aku lanjut naik Bus tujuan Senen- Cikarang yang lewat depan Stasiun jatinegara. Lagi – lagi aku kurang beruntung. Hampir sejam aku nunggu Bus ini padahal saat awal keluar dari stasiun terlihat bus ini lewat didepan mata kami. Ternyata jarak bus satu dengan lain sekitar sejam. Setelah menunggu lama bus pun datang dan aku segera naik. Dalam perjalanan menuju Cikarang hujan lebat ikut mengiringi, Sialnya lagi kursi tempatku duduk atapnya Bocor.

Perjalanan panjang yang cukup banyak mendapatkan “kesialan”. Akhirnya aku sampai di kosan petang hari dengan suasana matahari yang sudah tenggelam.

“Janganlah mengeluh dengan kejadian yang kita alami walaupun tak sesuai dengan harapan. Bahkan menganggapnya menjadi suatu Kesialan, apalagi sampai mengumpat. Karena energi negatif yang dipancarkan akan menarik energi negatif lain yang menyebabkan hari- hari kita semakin merasa Sial.”
               


                

Artikel Terkait Berita ,Curcol

0 comments:

Post a Comment