Ads 468x60px

Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Sunday, February 23, 2014

Kuliah Umum CSV (Created shared Value) vs CSR (Corperate Social Responsibility)


Rabu, 19 Februari 2014

Bertempat di ITSB Hall, telah dilakukan Kuliah Umum oleh pemateri tunggal Bapak Dhony Rahajoe selaku President Office dari pihak Sinarmas. Kuliah Umum berlangsung selama 2 jam. Dimulai pukul 10.00 WIB dan diakhiri pukul 12.00 WIB. Peserta yang hadir dalam kuliah umum ini adalah mahasiswa ITSB yang tidak ada jam kuliah beserta segenap dosen.

Dalam kuliah umum ini beliau (Bapak Dhony) memaparkan sejarah singkat berdirinya Sinarmas. Beliau juga mengklarifikasi bahwa Sinarmas sekarang ini bukanlah suatu Perusahaan namun hanya sebuah “Brand”. Menanggapi media yang baru-baru ini memberitakan pendiri Sinarmas yaitu Bapak Eka Tjipta Widjaya menjadi orang terkaya di Indonesia adalah salah besar. Enam pilar sinarmas yang ada di Indonesia sekarang ini sudah independent dengan manajemen tersendiri tidak di bawah Sinarmas.

Masing-masing pilar Sinarmas itu kini sudah di pegang oleh generasi ketiga Pak Eka. Untuk menghormati Pak Eka sebagai pendiri maka masing-masing pilar membentuk jaringan yang tidak melepas Brand Sinarmas. Pilar tersebut yaitu:
Pulp and Paper Product
Agribusiness and Food
Developer and Real Estate
Finance Service
Energy and Infrastructure
Telecommunication
Other (Pendidikan;ITSB dll)
Untuk mempererat hubungan antar pilar dibentuklah Sinarmas Office.

Dalam Strategy management ada yang dikenal dengan Created Share Value (CSV), secara singkatnya merupakan strategy yang digunakan oleh suatu perusahaan untuk memberi manfaat kepada masyarakat luas namun juga memberi timbal balik kepada perusahaan agar terkesan baik untuk kemajuan citra perusahaan.
Hal ini sedikit berbeda dengan Corporate Social Responsibility (CSR), merupakan kewajiban perusahaan untuk berbuat baik kepada masyarakat akibat beroperasinya perusahaan dan lebih bersifat tuntutan tanggung jawab sosial.
Dalam Kuliah Umum ini, banyak juga dipaparkan bagaimana kondisi persaingan global. Bapak Dhony Rahajoe banyak menjelaskan mengenai pilar Pulp and Paper, karena selama ini banyak mendapat serangan pihak luar yang dianggap merusak alam. Padahal menurut beliau semua itu tidak benar. Sama seperti gencarnya serangan terhadap minyak sawit yang syarat akan unsur politis persaingan global.
Lanjut beliau lagi sawit adalah “jempol” dengan berbagai keunggulan yang dimiliki. Negara Barat takut kalah saing karena di sana tidak bisa tumbuh sawit. Maka jalan satu-satunya adalah mematikan usaha tersebut dengan menyerang melalui media bahwa baik sawit atau pun kertas merusak lingkungan. Banyak masyarakat umum yang menelan dengan mentah informasi yang banyak beredar di media.

Indonesia merupakan paru-paru dunia di samping India dan Cina. Maka industri Sawit dan Kertas adalah dua diantara bisnis yang masih bisa berkembang dan bisa merajai dunia. Hal itulah yang bangsa- bangsa lain takutkan. 

Monday, January 20, 2014

[Review] Penjaja Cerita Cinta (Kumcer++)


Judul   : Penjaja Cerita Cinta
Penulis : @edi_akhiles
Penerbit : DIVA Press, Yogyakarta
Cetakan 1 : Desember 2013
Tebal   : 192 halaman

Sebelum aku melakukan review terhadap buku ini, kuucapkan terima kasih banyak kepada Bapak @edi_akhiles selaku penulis yang telah bersedia memberi dan mengirim buku ini secara gratis serta mengizinkanku untuk me-review-nya.
Buku dengan perpaduan warna cover coklat ini dengan gambar tangan sedang memegang pensil sedang menulis menurutku sangat pas. Dari corak warna sampul terlihat tidak menyolok dan cukup simple. Di bagian pojok bawah cover tertulis “Cerita Beribu Rasa” dan “Ragam Teknik Bercerita” yang menjadikan buku kumpulan cerpen (kumcer) menjadi daya tarik tersendiri. Selain itu di bagian pojok atas ditulis juga “Bonus Tips Menulis” yang membuat sangat berbeda dengan kumcer kebanyakan.
Saat membaca bagian pengantar lagi-lagi ditekankan bahwa buku ini bukan hanya sekedar buku kumcer biasa “Nikmati Ceritanya dan Pelajari Teknik Nulisnya” selain itu Pak @edi_akhies juga memberi warning yang membuatku ingin segera melahap buku ini hingga habis.
“Anda harus baca sampai selesai setiap cerpen dalam buku ini! Jangan menyimpulkan apa pun sebelum menuntaskannya!”
Buku ini menyajikan 15 Cerpen dengan judul yang sangat menarik, judul buku diambil dari salah satu cerpen yang ada di dalamnya. Seperti yang tertera di bagian cover, cerpen juga diberi tips menulis yang membuat para penulis akan mengangguk-anguk setuju dengan apa yang dikatakan penulis.
Baiklah langsung masuk dalam isi ke 15 cerpen tersebut.

1.      Penjaja Cerita Cinta
            Cerpen pertama yang disajikan sebagai judul buku, mengisahkan seorang penjaja atau pendongeng yang menjajakan cerita kepada orang yang haus akan cerita. Salah satunya adalah Nyonya Sri (Srintil), seorang wanita yang kesepian tinggal di sebuah kastil, menginginkan sebuah cerita cinta yang tidak biasa. Sang penjaja cerita akhirnya menceritakan sebuah cerita tentang seorang gadis bernama Senja yang menunggu kekasihnya di kala senja. Kisah yang sebenarnya juga menggambarkan keadaan Nyonya Sri sendiri.  
           Cerita dibagi menjadi 4 subbab (Kesetiaan, Rindu, Perpisahan dan Kenangan). Cerpen disajijkan dengan gaya bahasa yang cukup membuatku mengernyitkan dahi dengan banyak pilihan diksi menarik yang bertebaran. Tetap disajikan dengan alur yang sangat mengalir. Namun cukup sulit bagiku untuk memahami isi cerpen ini. Penyajian cerita dalam cerita kadang membuatku bingung saat pergantian tokohnya. 
          Seperti pergantian sudut pandang yang cukup membingungkan pada Hal 27 karena mulai awal diceritakan tokoh utama adalah Sang penjaja cerita cinta tapi tiba-tiba berubah menjadi Nyonya Sri.
         “...Penjaja cerita cinta ini bukanlah lelakiku yang telah kutunggu sekian lama,....”
Selain itu terdapat adegan dewasa yang mungkin sangat berbahaya, mengingat buku ini mungkin saja bisa di baca oleh anak- anak yang belum cukup umur.
      Cerpen ini memang sangat pas dijadikan sebagai judul buku karena memang sangat beda dari cerpen lain yang ada salam buku ini, penggambaran setting yang detail pilihan diksi yang wahh, perpaduan nama tokoh Senja dengan waktu senja yang di olah dengan sanga apik. serta cerpen yang cukup panjang.

2.      Love Is Ketek
         Setelah melalui cerpen yang sangat sastra di awal, selanjutnya Pak @edi_akhiles menyajikan cerpen dengan bahasa yang sangat ringan. Kisah yang sangat maklum dihadapi anak muda sehari- hari saat berpacaran. Kisah sang cewek ngambek gara-gara suatu masalah yang sepele dan dengan mudahnya mengatakan putus.
         Seorang cowok tokoh utama yang harus mendera kata putus dari ceweknya yang bernama Ve hanya gara-gara masalah buluk ketek. Cerpen disajikan dengan kental nuansa komedi yang ingin dihadirkan. Keisengan tokoh utama juga terlihat dengan suka memanggil ceweknya dengan nama Parmini.
            Cerpen yang seharusnya bisa membuat tertawa orang yang membaca dengan gaya bahasa yang mbayol dan ringan, namun ntah kenapa aku kurang bisa menikmati cerpen ini. Kurasakan banyolan garing seperti terlalu dibuat-buat dengan bahasa yang meledak-ledak. Bisa saja ini mungkin aku yang kurang memiliki selera humor.

3.      Cinta Yang Tak Berkata-kata
             Pak @edi_akhiles menyuguhkan kisah seorang cewek yang mempunyai cowok seorang penyair. Setiap hari dilambungkan dengan kata-kata puitis hingga pada suatu titik cewek merasa jenuh dengan semua puisi tersebut dan ingin cowok tidak hanya sekedar berkata indah namun diwujudkan dalam tindakan nyata.
           Banyak sekali ditemukan kata-kata puitis dalam cerpen ini dan diksi yang begitu apik yang dipilih. Aku bisa dengan mudah menangkap maksud cerpen ini tidak seperti di cerpen pertama. Sedikit kesalahan yang ada dalam cerpen ini dan ada sedikit kesalahan kata ganti orang yang agak sedikit membuat bingung.

4.      Dijual Murah Surga Seisinya
            Cerpen yang memiliki pesan kehidupan, bagaimana manusia menghargai surga yang digambarkan sangat indah itu dengan begitu murah. Membuat manusia sadar bahwa yang disisihkan untuk akhirat sangat sedikit jika dibandingkan dengan apa yang ia gunakan untuk kehidupan di dunia.
           Kisah tokoh aku yang tertartik akan omongan Pak tua yang mengatakan memiliki cara rahasia masuk surga. Dengan setting Candi borobudur yang digambarkan dengan jelas. Rahasia yang di bilang oleh Pak tua itu adalah melalui uang yang di sedekahkan saat sholat jumat. Sang tokoh akhirnya sadar batapa sedikit yang ia korbankan untuk menggapai surga dibanding dengan semua harta yang dimilikinya.

5.      Menggambar Tubuh Mama
        Awal cerita yang sangat membuat tegang pembaca, tragedi pembunuhan digambarkan dengan jelas oleh Pak @@edi_akhiles. Kisah yang menceritakan kehilangan seorang anak yang di tinggal mati oleh ibunya di depan mata kepalanya dengan dibunuh oleh seseorang. Dia berusaha menghadirkan kembali sosok Mama dengan menggambar tubuh Mamanya.
         Cerita cukup mengalir namun aku masih bingung dengan narasi awal pembukaan yang sepertinya tokohnya bukanlah aku (Bukan Pov 1). Namun saat setelah jeda dan seterusnya tokoh yang dibuat adalah aku (sang anak) hingga selesai.

6.      Secangkir Kopi Untuk Tuhan
           Aku suka dengan cerpen semacam ini, aku bisa memahami dengan mudah cerpen ini dan kelihatan sangat ringan namun juga banyak diksi yang indah yang mengiringi.
        Kisah Pak edi_akhiles yang mesakan kesedihan yang mendalam saat rider  kesayangan yaitu Marco Simoncelli meninggal dalam trabakan di Sirkuit Sepang. Tokoh aku dalam cerpen ini berniat menghadiahkan kopi kepada Tuhan.  Segelas Kopi ditinggal di Masjid berharap ada yang meminumnya dan pahalanya di berikan kepada Sang Rider.
            Kisah cerpen yang sangat mendramatisir suatu kejadian. Tapi aku sangat menikmati cepen ini. Kejadian yang bagi seorang biasa namun bagi seorang lain menjadi luar bisa jika disajikan dengan yang tidak biasa.

7.      Tak Tunggu Balimu
            Cerpen tentang kesukaan tokoh aku dengan lagu koplo yang berjudul “Tak Tunggu Balimu” mendapat keusilan dari tokoh dia yang mencoba mengejek kesukaan tokoh dengan lagu tersebut yang dianggap kampungan.
             Penyajian cepern yang sangat menarik dengan menggabungkan kedaerahan dengan teori hermeuneutika Paul Ricoeur.

8.      Cinta Cantik
     Cerpen sindiran yang sangat mengena kepada anak muda yang begitu mudahnya mengatakan cinta walau belum begitu kenal dan tahu seluk beluk pasangan dan melihat hanya dari sisi kecantikan wajah.
      Lagi-lagi ini merupakan cerpen yang sangat bagus dengan memberi unsur pengetahuan teori psikologi.
Oiya dalam cerpen ini disebutkan Tretes Malang, padahal setahuku Tretes adanya di Prigen Pasuruan dekat rumahku.

9.      Tamparan Tuhan
     Lagi-lagi Pak @edi_akhiles menyampaikan pesan kehidupan yang sangat mengena. Bagaimana beliau membuat sadar bahwa Tuhan Adil dan tahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya.
      Inti dari cerpen ini adalah tokoh aku yang merasa didzalimi dan berdoa agar orang yang mendzalimi merasakan celaka. Namun akhirnya ia diingatkan dengan tamparan dan bahwa jika Tuhan mengabulkan semua permintaan orang yang terdzalimi maka kedzaliman tersebut tidak akan berhenti sampai kapanpun.

10.  Abah, I Love You
         Cerpen yang menceritakan tokoh aku yang memiliki Abah (Ayah) dalam pandangannya seorang yang merenggut kebahagian masa kecil hingga remajanya. Namun akhirnya setelah dewasa ia sadar bahwa yang dilakukan Abah adalah yang terbaik dan ia baru bisa merasakan kasih sayang Abah ketika ia sudah dewasa.       Cerpen dengan tema yang sudah sangat umum namun dengan kehebaan Pak @edi_akhiles mengolah kata, cerpen ini menjadi ciamik.

11.  Cerita Sebuah Kemaluan
     Buat pembaca anak muda yang punya pikiran ngeres maka akan berpikiran yang macam-macam. Padahal cerpen ini mengandung pesan moral yang sangat indah. Untuk itu harus dibaca sampai tuntas dan tidak menarik kesimpulan terlebih dahulu.
    Kisah seseorang yang tiba-tiba terpikir mengapa ia hanya memiliki satu kemaluan. Dan akhirnya menemukan jawabannya.
              “Andai masing-masing kita punya dua kemaluan, pastilah kita akan entengan untuk tidak menjaga malu kita, sebab kalaupun satu kemaluan itu terkuak malunya, masih ada serep satu lagi kan?”
Penyajian yang luar biasa, dalam cerpen ini juga disajikan percakapan antara semut. Ada-ada saja memang Pak @edi_akhiles ini.

12.  Munyuk
      Cerpen yang sangat kusuka juga, berkisah tentang seorang istri yang harus menerima perubahan suami yang drastis hingga kata-kata kasar keluar dari Sang suami. Sang istri sangat sedih melihat perubahan itu dan hanya bisa mengadu dalam tahajjudnya. Sang istri sudah mencoba meminta maaf namun tidak ada respon dari suami.
    Cerpen ini sangat bagus namun aku merasa cerpen ini tidak tuntas dan hanya sepotong hingga membuatku kurang puas dengan jalan ceritanya. Selain itu aku juga masih bingung di hal 143 paragraf kedua. Tidak ada tanda baca atau font yang berbeda dari pergantian kalimat yang diucapkan tokoh. Jika tidak salah itu merupakan doa yang dipanjatkan oleh tokoh selesai tahajjud.

     Lengking Hati Seorang Ibu Yang Ditinggal Mati Anaknya.
        Cerpen yang menggambarkan betapa besar kasih sayang Ibu terhadap anaknya, tidak seperti kasih sayang anak yang hanya secuil.
  Kisah yang menceritakan seorang Ibu yang anaknya meninggal mendahului dirinya. Disisi lain Pak @edi_akhiles juga mengisahkan tokoh aku yang ditinggal mati ibunya. terlihat jelas perbedaan bagaimana kesedihan kedua tokoh tersebut. Ternyata memang kesedihan ibu yang ditinggal mati anaknya melebihi kesedihan dan kasih sayang anak yang ditinggal mati ibunya.
  Cerpen disajikan dengan sangat baik dan aku sangat menyukainya. Serta aku tidak menemukan kejanggalan dalam cerpen ini. Cerpen yang sangat menyentuh dan tidak ada kesalahan. (Y). Mantap

14.  Aku Bukan Batu
     Cerpen yang cukup menarik yang diangkat dari pertanyaan yang muncul dalam diri manusia yang mungkin kelihatan aneh. Pertanyaan mengenai kekekalan hidup ini. Cerpen ini membuatku bisa berkata dalam hati “iya juga ya” dan mengangguk-angguk.    
     Munkin memang ada dalam bagian dalam hidup ini yang memang tidak bisa diketahui oleh manusia. Semua itu menjadi Hak Prerogatif Allah.

15.  Si X, Si X and God
         Cerpen terakhir dalam buku ini dan menjadi cerpen yang sangat berbeda dengan lain. Penyajian tanpa narasi dan hanya menyuguhkan percakapan.
        Cerpen yang memberi pelajaran mengenai betapa pentingnya mind set dalam menjalani kehidupan ini. Selain itu juga memberi pencerahan bahwa memang Tuhan itu benar adanya.
          Aku cukup menikmati cerpen percakapan ini dan isinya juga sangat bagus dan sampai ke pembaca walau tanpa narasi.
***
Over all cerpen-cerpen yang ada disini memang bagus. Pak @edi_akhiles membuatku takjub oleh beragam cara penyampaian cerpen yang memang sangat beragam mulai dari yang terasa sangat berat sepert cerpen Penjaja Cerita Cinta lalu yang sangat ringan seperti Love is Ketek.
Memang tidak salah dalam cover disebutkan “Cerita Beribu Rasa” dan “Ragam Teknik Bercerita” aku banyak belajar dari kumcer ini ternyata banyak sekali cara menuliskan cerita. Selain itu dalam pemilihan tema juga menginsprasi ternyata banyak tema yang bisa diangkat yang mungkin kelihatan sepele namun jika disajikan dengan baik maka akan menjadi cerita yang Joss.
Oia dalam bagian terkahir di Buku ini juga terdapat bonus Tips menulis yang di beri judul “Hindari ‘Dosa-Dosa Preet’ Ini Dalam Menulis”. Kesalahan yang memang banyak terjadi pada penulis, yaitu : Over PEDE menganggap diri serba tahu, Abai pada Detail dan “Emosi Sesaat”
Terakhir

Terima kasih Pak @edi_akhiles yang banyak memberi inspirasi lewat buku ini, buku ini memang sangat pas saya baca yang memang baru belajar menulis cerita. J

Monday, December 2, 2013

Tradisi Ngaliwet Masyarakat Sunda


Sabtu, 30 November 2013


Ngaliwet/Ngeliwet/Ngliwet mungkin sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat  Indonesia. Ngeliwet sebenarnya adalah suatu nama yang digunakan untuk cara memasak nasi yang paling sederhana dengan cara mencampur air dengan beras yang sudah dicuci, kemudian merebusnya di atas api sedang hingga airnya habis dan nasi masak.


Di berbagai daerah mengkin terdapat perbedaan cara dan nama untuk ngliwet, ada yang memasaknya dengan ditambahi dengan garam, rempah-rempah, serai, santan serta dengan tambahan ikan asin ataupun bahan tambahan lain yang diletakkan diatas nasi saat dimasak sehingga nasi yang dimasak menjadi terasa gurih seperti nasi uduk. Cara memasak seperti ini adalah yang aku temukan di Tanah Sunda. Sedangkan ditanah kelahiranku (Jawa Timur) ngeliwet hanya istilah untuk memasak nasi yang paling simple dengan sekali meletakkan panci diatas api hingga nasi masak dan pada prosesnya tanpa ada tambahan bumbu apa-apa.

Kembali pada pembahasan mengenai Ngaliwet yang ada di Tanah Sunda. Disini Ngaliwet lebih dari sekedar memasak nasi namun sebuah tradisi masyarakat dengan banyak sekali manfaat yang bisa diambil. Ngaliwet merupakan Tradisi Masak dan Makan bersama yang sangat baik utuk membina kebersamaan dan keakraban diantara sesama. Untuk waktu pelaksanaannya fleksibel dan banyak pemuda yang biasanya melaksanakannya diakhir pekan. Juga untuk bahan yang dimasak tergantung selera biasanya ketika akan dilakukan ngaliwet maka para anggota akan saling patungan untuk mendapatkan bahan makanan yang dibutuhkan. Sungguh suatu kebersamaan yang tiada tara.


Aku dan teman – teman hari ini merasakan kebersaman Ngaliwet yang pertama kali ditanah sunda tepat pada hari Sabtu malam diakhir bulan November 2013, suatu penutupan bulan dengan kenangan yang indah. Ibu kosan mengatakan kepada teman-teman bahwa nanti malam akan ada  bakar- bakar.


Tepat setelah Isya acara dimulai dengan acara bakar Ikan Mas dan Nasi Liwet didepan kosan lebih tepatnya didepan rumah ibu yang punya kosan. Suasana yang sangat hangat dimalam ini bisa berkumpul bersama dengan tetangga saling bantu - membantu memasak dengan diiringi canda dan tawa yang menghiasai malam minggu ini. Padahal yang ngeliwet dan menyiapkan semuanya sebenarnya adalah ibu-ibu yang ada disini, aku dan teman- teman hanya menunggu makanan matang, heheheh




Kepulan asap dari kayu bakar dan arang yang digunakan untuk masak mulai berkurang dan menunjukkan bahwa acara masak bersama ini telah hampir selesai dan tinggal menunggu giliran tradisi selanjutnya untuk menikmati hasil masakan tadi dengan bersama-sama. Daun pisang mulai dipasang memanjang diteras rumah ibu kos dan tak lupa nasi mulai disebar beserta ikan bakar dan sambel yang mengiringi.


Setelah semua telah siap dihidangkan mulailah kami makan bersama dengan duduk berjajar dan berhadan menikmati Nasi Liwet yang Gurih dan di hidangkan diatas daun pisang. Suasana kebersamaan yang cukup menambah memori keindahan dalam hidupku. Canda tawa untuk saling mengakrabkan juga tak sepi mewarnai makan bersama ini. Aku jadi teringat akan kebiasaan dulu dengan teman MTNU hampir tiap akhir pekan selalu melaksanakan tradisi seperti ini yang disana disebut dengan “Mayoran”.



Hingga selesai makan suasana keakraban masih saja terpelihara. Petikan gitar dan lagu yang silih berganti menggema di malam ini. Tak terasa waktu telah menunjukkan tengah malam dan hari telah berganti. Akhirnya usai sudah acara malam ini, berharap semoga suasana seperti ini bisa terulang lagi sebelum aku dan teman- teman meninggalkan tanah Sunda ini. Terima kasih Pak dan Ibu kos serta masyarakat sekitar yang telah menerima kami dengan sangat baik dan bisa menjadikan kami sebagai kelurga baru hingga dikenalkan dengan tradisi yang ada disini. 

Sunday, December 1, 2013

Cara memberantas DBD


Sabtu, 30 November 2013

Musim hujan mulai datang di negeri ini, banyak ancaman yang mencekam membayangi benak masyarakat. Seringnya terjadi banjir hingga bahaya akan terserangnya penyakit Demam Berdarah (DBD). Melihat fenomena yang terjadi seperti ini sungguh sangat bisa dikata ‘Miris’. Pasalnya ketika musim kemarau banyak berita di daerah-daerah yang memberitakan mengalami kekeringan hingga tanaman mati dan ladang tidak bisa dipanen. Namun ketika berganti musim masih ada saja permasalahan yang dihadapi yaitu banjir. Kita tidak bisa menyalakan alam dengan  menyebutkan itu adalah suatu bencana alam saja. Bila kita lihat ketidak-seimbangan kondisi lingkungan yang terjadi ini juga karena ulah manusia sendiri yang cukup serakah dalam menjalani kehidupannya.

Fenomena lainnya yang bisa menjadi perhatian ketika memasuki musin hujan adalah meningkatnya korban yang terkena penyakit DBD. Penyakit yang dibawah oleh nyamuk  Aides Agepty ini sangat meresahkan banyak menimbulakan kematian. Perkembangbiakan nyamuk di musim penghujan sangat meningkat drastis karena banyaknya air yang mengenang. Air tersebut menjadi sarang telur nyamuk untuk beranak-pinak.

Pencegahan DBD banyak dilakukan oleh pemerintah untuk daerah-daerah yang memang rawan dengan korban DBD salah satu cara yaitu dengan penyembrotan Fogging. Dengan Fogging lebih cepat membunuh nyamuk besar yang memiki kemampuan terbang dan berpindah dengan cepat. Namun Fogging Bukan satu-satunya cara yang ampuh untuk memberantas DBD. Hal yang terpenting adalah dengan kesadaran masyarakat sendiri untuk memberantas sarang-sarang yang menjadi tempat favorit bagi nyamuk untuk berkembang biak. Progam tersebut adalah sesuai dengan yang kita tahu yaitu dengan 3M (Menguras, Menutup dan Mengubur).

Penjelasan singkat mengenai program 3M adalah :
1)      Menguras tempat penampungan air yang bisa menjadi sarang telur dan juga bisa digunakan bubuk abate yang dimasukkan kedalam air untuk membutuh telur nyamuk tersebut.
2)      Menutup tempat penampungan air untuk mencegah nyamuk bertelur dalam air
3)      Mengubur barang bekas yang ada seperti kaleng bekas, karena jika ada air yang menggenang bisa menjadi sarang nyamuk.

Hari ini sabtu diakhir pengujung bulan November aku mendapat pengalaman mengenai fogging. Di daerah tempat tinggalku dilakukan penyemprotan fogging ntah itu yang mengadakan siapa aku kurang tahu. Menjelang dhuhur ada petugas yang melakukan fogging dan menyuruku menutup pintu karena akan dilakukan fogging disekitar kosan. Akupun menuruti apa yang diperintahkan oleh petugas tersebut. Tak lama berselang pintu kosan di ketuk  dan  kulihat ada petugas tadi yang tengah berdiri. Lalu Bapak itu menyerahkan 4 bungkus abate dan menyuruhku membayar uang 20 ribu. Aku tidak mau memberinya hingga terjadi sedikit debat dengan petugas tersebut. Dalam benakku kenapa harus bayar bukannya itu juga progaram dari pemerintah ya... dulu saat masih di Deltamas juga tidak ditarik iuran seperti ini. Aku masih belum mau memberikan sejumlah uang yang dimintanya. Disamping itu uangku tinggal 50rb yang ada di dompet, dan menurutku 20rb itu terlalu mahal. Hingga akhirnya petugas itu mungkin karena kesal, mengambil lagi abate yang tengah kupegang tadi.

Aku tidak tahu yang kulakukan ini benar atau salah, teman- teman yang kebetulan kamar kos sebelah juga diminta dan mereka memberinya. Setelah petugas itu pergi mereka hanya bisa protes kenapa ditarik uang iuran hingga 20rb hanya untuk 4 bungkus abate. selain itu fogging juga hanya dilakukan diluar. Di pekarangan yang juga lumayan jauh jaraknya dari tempat kos kami. Aku merasa aneh saja karena tidak dikasih informasi oleh pemilik kosan mengenai fogging apalagi itu dikenakan biaya. Biasanya Pemilik Kos pasti memberi informasi apalagi jika itu mengenai iuran yang ada disekitar tempat kos.

Sore hari aku coba browsing mengenai fogging mangenai kebenaran program tersebut. memang ada dalam berita yang kubaca di daerah yang setiap KK iuran untuk mendatangkan fogging dan itupun hanya 7rb dan disebutkan juga yang seperti itu dilakuakan oleh pihak swasta. Dan jika itu dilakukan oleh pemerintah maka gratis. Dalam Headline yang kubaca bahkan ada yang jelas memberitakan jika mengambil pungutan dari fogging maka Kepala Daerah bisa dipenjara. Dan prosedur jika ingin mendapatkan abate hanya mengajukan saja ke Puskesmas tanpa ada biaya yang harus dibebankan.

"Sangat diperlukan untuk mengetahui informasi- informasi yang ada dengan banyak membaca agar tidak mudah ditipu"

Friday, November 1, 2013

LOMBA CERPEN KAGAMA Virtual "Kisah Masa Kuliah"

DL : 11 November 2013

Dalam Rangka Dies Natalis Universitas Gadjah Mada yang ke – 64, KAGAMA VIRTUAL menyelenggarakan lomba cerpen.

TEMA : “Kisah masa-masa kuliah (Isih Penak Jamanku tho?)”
SUB TEMA : Cinta, Persahabatan,Perjuangan, Kemanusian, Keindonesiaan, Apresiasi Budaya.
HADIAH :
Juara I : 3 juta+hadiah dari sponsor
Juara II : 2 juta +hadiah dari sponsor
Juara III : 1 juta + hadiah dari sponsor
Harapan I : 500 ribu + hadiah dari sponsor
Harapan II : 500 ribu + hadiah dari sponsor
Harapan III : 500 ribu + hadiah dari sponsor
Favorite : 1 juta + hadiah dari sponsor
Dari 10-15 cerpen yang layak akan dipilih untuk dijadikan antologi cerpen pemenang dan dibukukan. Buku kumpulan cerpen akan diterbitkan oleh Elexmedia Komputindo dan dipasarkan di 103 outlet Toko Buku Gramedia di seluruh Indonesia. Sekaligus didistribusikan di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia yang dipilih.
KRITERIA PENILAIAN :
1. Konten : berisi nilai-nilai positif yang mencerahkan dan memberi inspirasi tentang pluralism, keadilan, kebangsaan, kepedulian dan sebagainya
2. Teknik bercerita dan bahasa
KETENTUAN LOMBA :
1. Lomba dibuka untuk umum
2. Peserta perseorangan
3. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu judul.
4. Karya berupa tulisan fiksi (idenya bisa dari pengalaman nyata) dan hasil karya sendiri. Apabila kemudian hari ditemukan adanya plagiasi, peserta bertanggungjawab penuh.
Karya belum pernah dipublikasikan oleh penerbit indie maupun major. Apabila hanya diposting di media elektronik seperti blog maupun notes Facebook, diperbolehkan.
5. Tulisan tidak mengandung unsur yang dapat menyinggung suku, ras, agama, porno, dan unsur lain yang dinilai kurang pantas serta melanggar segala UU yang berlaku. Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
FORMAT PENULISAN:
1. Panjang naskah 6-15 halaman, kertas A4, font Times New Roman 12, spasi 1,5.
2. Lampirkan biodata (identitas diri) dalam bentuk narasi/paragraf dalam file yang berbeda. Lengkapi alamat, nomer telepon/ponsel, dan email aktif.
3. Nama file ditulis: kategori lomba-judul-nama penulis (contoh: Cerpen-Cintaku di Kampus Biru-Ashadi Siregar).
4. Kirim cerpen beserta lampiran biodata via email ke: lombacerpen@kagamavirtual.com dan cerpenkagama@yahoo.com
Dengan format pengiriman: subyek email ditulis Cerpen-nama lengkap penulis (contoh: Cerpen-Ashadi Siregar). Pada badan file diisi dengan nomor telepon penulis dan judul.
JADUAL LOMBA :
1. Pengiriman terakhir cerpen: Senin, 11 November 2013
2. Penentuan pemenang Minggu 17 November 2013 – termasuk cerpen yang layak dimasukkan antologi.
3. Pengumuman pemenang, peluncuran buku dan pentas budaya, Sabtu 14 Desember 2013.
JURI:
Juri terdiri dari :
1. Wahyu W Basjir
Peneliti, aktivis LSM, pekerja dan pengapresiasi sastra dan musik; Alumnus F.Ekonomi
2. Tulus Wijanarko
Wartawan Tempo, penulis puisi; Alumnus F. Ekonomi
3. Sopril Amir
Aktivis LSM, pengapresiasi sastra, pembaca aneka rupa Alumnus F Isipol
4. Andreas Maryoto
Wartawan Kompas, penulis pertanian, pangan dan kuliner; kolektor dan pengapresiasi sastra; Alumnus F.Tekhnologi Pertanian
5. Suluh Pratitasari
Traveller, pebisnis travelling, penulis cerpen; Alumnus F Sastra
6. Dwi Nastiti Arumsari
Wartawan media kampus Bulaksumur, PNS, penulis cerpen; Alumnus F Isipol
7. Sulastama Raharja
Geologist, kolektor dan pengapresiasi sastra; Alumnus F Tehnik.
Contact Person Lomba Cerpen: aroem.naroeni@kagamavirtual.com

Wednesday, October 30, 2013

Modem Baru dan Kesialan yang Mengiringi


Senin, 28 Oktober 2013

Pagi itu menjelang shubuh aku dan Kakak melaju menembus tol Jakarta – Cikampek untuk menuju Ciputat. Hari ini aku menginjakkan kaki kembali di Ibukota negara ini. Kali ini aku ke Jakarta berangkat naik mobil bersama dengan Kakak yang kebetulan bawa mobil setelah mengantarkan temannya nikahan di Cianjur. Kakak menyempatkan main ketempatku walaupun waktunya sangat mepet. Kakak Sampai ditempatku sekitar pukul 00.10 dini hari dan menjelang Shubuh sudah bertolak balik ke Ciputat bersama dengan aku.

Aku ikut kesana berniat sekalian membeli modem karena sejak pindah kosan jarak ke kampus lumayan jauh sehigga jika cari internet gratisan juga agak males. Rencana pagi ini aku bersama dengan Kimi namun karena berangkat terlalu pagi sehingga Dia mengatakan akan berangkat sendiri saja agak siang dan langsung ketemu di ITC mangga 2. Kimi mau benarin laptopnya karena rusak kena LCD nya.

Perjalanan di pagi hari ternyata jalan tol sudah lumayan penuh dan terlihat sudah ada antrian ketika akan memasuki gerbang tol. Potret kehidupan Ibukota yang tak pernah sepi dengan suasana macet. Itu juga yang menjadi alasan Kakak memilih berangkat pagi untuk menghindari kemacetan Jakarta. Alhamdulillah perjalanan lancar tidak terjebak macet yang parah dan sekitar 1,5 jam aku sudah sampai di Ciputat. Kakak segera mengembalikan Mobil sewaan yang kami tumpangi tadi karena memang janji dengann orangnya pagi mau dikembalikan. Setelah Itu aku diajak Kakak menuju ke Rahmat Semesta Center dan ketemu dengan teman kakak yang menjadi pengurus disana.

                Siang hari sekitar pukul 9.30 aku dan Kakak berangkat menuju Jakarta Pusat tepatnya ke stasiun Senen. Untuk mencari Tiket balik ke Bangil Jawa Timur. Kakak balik hari ini karena esok pagi pukul 06.30 Wib ada jadwal ngajar di MtsN Bangil. Perjalanan dari Ciputat menuju Senen lumayan lama juga, Aku sampai di Stasiu Senen Pukul 11.40 Wib. Stasiun sekarang sudah beda dengan dahulu, banyak sekali perubahan yang terjadi di stasiun ini. mulai dari pindahnya Loket serta sudah tidak ada nya Calo tiket. Telihat antrian panjang diloket yang baru. Loket sekarang juga berjajar panjang dengan fungsinya masing- masing. seperti hanya melayani pembelian tiket commuter line, penukaran Struk Online, pemesanan tiket pemberangkatan langsung, pembatalan tiket, dsb.

                Pembelian tiket sekarang memang lebih mudah dengan sisitem online dan bisa di pesan 90 hari sebelumnya, namun dengan berlakunya tiket ini sangat sulit dicari jika membelinya mendadak. apalagi untuk tiket kereta kelas ekonomi. Tujuan kesini untuk membeli tiket Gumarang dengan harga 240 ribu. Kereta Gumarang dengan tujuan akhir Surabaya Pasar Turi ini dijadwalkan sampai tujuan pukul 04.00 WIB. Biasanya jika ada telat sekitar 1 jam dan sampai di Surabaya pukul 05.00 sehingga kemungkinan kakak tetep tidak bisa ngajar. Namu dari online semua tiket telah habis dan hanya tinggal tiket ini yang ada dan paling cepat sampai disurabaya dibanding dengan yang lain termasuk Bus.

Sunday, October 20, 2013

ITSB Berduka


Jumat, 18 Oktober 2013

Deltamas, setelah seminggu tidak bercumbu denganmu kini aku kembali menginjakkan kaki diatas perutmu. Setelah merasakan suasana Idul Adha di kampung halaman, hari ini aku kembali lagi ke kota tempatku meraih asa. Pasalnya hari ini Pukul 10.00 WIB terdapat jadwal kuliah dengan mata kuliah Teknik Perawatan yang diampu oleh Pak Tri Prakosa. Aku lumayan interest dengan pelajaran ini. Pak Tri sering Bercerita tentang Pengalamannya, menimbulkan suntikan Motivasi. Jadi aku kembali lebih cepat dibanding teman- teman lain yang juga pulang kampung.
Jumat pagi aku sampai di Kontrakan Catalonia B10 sekitar pukul 09.00 WIB.  Perjalanan yang Cukup Panjang dengan menelantaran diri dikota Bandung. karena Tiket Kereta untuk Tujuan Jakarta sudah habis terjual sehingga aku membeli Tiket dengan Relasi Surabaya- Kiara Condong (Bandung). Setelah bersiap- siap aku bergegas menuju kampus bersama dengan Sendi dan Purwo.
Sampai dikampus Seperti Biasa aku langsung melihat jendela bagian administrasi untuk memastikan ruangan tempatku Kuliah. Dijendela kaca tersebut banyak di tempeli pengumuman berkaitan dengan kampus. Pandanganku terpaku pada samping jadwal kuliah disana terdapat Berita Duka dengan terpasang foto yang tidak asing bagiku. Yaps,,, benar hari ini kampusku berduka kehilangan seorang mahasiswa angkatan 2012 dari Prodi Teknik Perminyakan.
Innalillahi wainna ilaihi Rajiun,, Semoga Arwah Ananda Said Ari Maulana diterima disisi Allah SWT. Amiin..
Setelah membaca berita tersebut kulanjutkan perjalanan menuju ruang tempatku kuliah di 301. Detik berlalu berganti menit dan jam, namun dosen yang ditunggu tidak kunjung datang. Dapat kabar bahwa dosen masih dalam perjalanan. Namun Hingga mendekati waktu sholat jumat tetap belum juga datang.
Bertambah lagi berita duka untuk diriku sudah sering kejadian seperti ini, sudah niat ingin kuliah berangkat dari Jawa Timur ternyata tidak ada dosen. Giliran Aku yang membolos bersama teman langusung dilaporkan ke perusahaan dan diancam akan dikasih SP (Surat Peringatan). Statusku kuliah ikatan dinas dianggap seperti karyawan jika tidak masuk kuliah dianggap mangkir tapi bedanya aku tidak dapat gaji.
****
Malam ini aula ITSB beda dengan hari biasanya, sebagai rasa solidaritas dan ungkapan duka cita kepada almarhum. Mahasiswa ITSB di bawah komando KM-ITSB mengadakan Tahlil dan kirim doa bersama. Suasana begitu ramai tercatat dari absen yang diedarkan sebagai laporan pertanggung jawaban acara ini sebanyak 120 an peserta , ini belum peserta yang tidak mengisi daftar hadir. aku datang kesini bersama dengann Sendi, Mahmud, Kholis, Risyad, dan Imam.


Tuesday, July 2, 2013

APTB Jakarta Kota – Ciputat

Sabtu, 29 Juni 2013



Kota Jakarta dengan segala hiruk- pikuknya menjadikan kota ini hampir tiap hari menyuguhkan kemacetan lalu lintas. Peningkatan volume kendaraan pribadi memang tidak bisa dibendung. Banyak hal yang telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah ini. Salah satunya mencoba membangun Transportasi Massa. Yang telah beropersai saat ini adalah Busway, KRL Jabodetabek, serta yang sekarang ini sedang dibangun adalah kereta Api Monorel. Baru – baru ini telah diadakan pameran yang menghadirkan Kereta api monorel yang dipamerkan di Monas (Monumen Nasional).

Hari ini aku kembali menginjakkan kaki dikota Jakarta. Seperti biasa Transportasi yang kugunakan adalah Kereta api dengan pertimbangan enak tidak macet dibanding jika naik Bus. Selain itu juga murah meriah. Tujuanku kali ini adalah ke Ciputat ke tempat Kakak yang tinggal sementara Di Kosan Mas Acun. Rencana aku turun di Pasar Senen lalu naik Bus besar jurusan Senen – Ciputat. Saat perjalanan aku juga Sambil SMS dengan kakak. Dalam salah satu Sms tersebut Kakak Menyarankan naik APTB (Angkutan Penumpang Terintegrasi Busway) Jurusan Jakarta kota – Ciputat. Alasannya adalah lebih cepat karena lewat jalur Busway dan kataya tiketnya juga Rp 6000,00.

“Suatu saat kenyamanan akan menjadi suatu tolak ukur dibanding lainnya”

Sampai di Stasiun Kota aku keluar dan didepan stasiun terlihat Bus Besar warna biru. Dalam benakku aku merasa itu adalah bus APTB yang dimaskud Kakak. aku langsung mendekati dan ternyata memang benar. Segera aku naik dan tak lama kemudian Bus langsung berangkat dan melaju menuju Halte Busway yang berada disebelah Stasiun Kota. Untuk naik APTB ini bisa membeli tiketnya di Halte Busway, dan enaknya naik APTB turunnya bisa di halte busway dan oper Busway tidak dikenakan Biaya lagi. Namun kebalikannya jika dari Busway naik Bus APTB harus bayar lagi sebesar 5 ribu. Setelah Bus melaju tak lama kemudian kondektur berjalan ke penumpang untuk menarik ongkos dan benar ongkos naik APTB ini Rp. 6000,00.  Suasana naik APTB hampir sama dengan naik Busway dan sangat Nyaman. Bus Ber AC dan Busnya juga masih baru dan sitenya juga sama dengan Busway. Jalur yang dilewati APTB ini sama dengan jalur Busway sampai terakhir di Blok – M.

Setelah melewati Blok – M baru Bus ini melalui jalan raya biasa dan bisa mengangkut penunpang dari pinggir jalan tidak dari jalur usway lagi. Setelah melalui Perjalanan dari Kota yang ditempuh dalam waktu 1jam lebih. Akhirnya aku sampai di Ciputat lalu aku turun didepan UMJ (Universitas Muhammadiyah Jakarta) karena sekitar sini tiap akhir pekan hari Sabtu - Minggu terdapat Pasar Kaget. Aku janjian dengan Kakak dan beliau akan menjemputku disini. Sambil menunggu, aku jalan – jalan melihat banyaknya penjual yang berjajar disini. Setelah Kakak datang dengan Motor aku langsung naik dan dibonceng sambil muter- muter keliling Pasar Kaget.  Disini aku membeli batrei Hp Bl- 5c yang harganya 10 ribuan. Setelah itu aku pergi menuju Kosan Mas Acun yang berada di sekitar Kampus UIN (Universitas Islam Negeri) Syarif Hidayatullah 2.





Thursday, June 27, 2013

Cara Kirim Tulisan ke Media Massa


 Cara Kirim Tulisan ke media Massa yang dibahas kali ini adalah ke Lampung Pos berikut info yang ane dapatkan.

Kawan, buat yang mau kirim tulisan ke lampung post, ini nih ada info rubrik-rubriknya beserta honornya nih,, yuk disimak hasil nyulik dari blog tetangga.. :)

1.      Rubrik Cerpen.
·         Syaratnya : Ketik  minimal 6 halaman, spasi 1,5 kirim ke email   lampostminggu@yahoo.com
atau 
redaksilampost@yahoo.com.
Honornya Rp. 200 ribu.
   
2.       Rubrik Cernak.
·         Syaratnya : ketik 3-4 halaman, 1.5 spasi kirim ke email  lampostminggu@yahoo.com  atau  redaksilampost@yahoo.com .
Honornya Rp. 100 ribu. Tema cernak bebas, bisa dongeng, fabel, dan legenda (menceritakan kembali).

3.      Rubrik Opini
·         Ketik maksimal 4 halaman, spasi 1,5 kirim ke email  lampostminggu@yahoo.com  atau redaksilampost@yahoo.com.
Honornya sekitar Rp. 150 ribu-Rp. 200 ribu.

4.      Rubrik Puisi.
·         Kirim 3-5 puisimu dengan tema yang beragam. Kirim ke  lampostminggu@yahoo.com  atau redaksilampost@yahoo.com.
Honornya Rp. 100-Rp. 150 ribu.

5.      Rubrik Puisi
·         Terbuka untuk resensi buku, film, ketik sejumlah 4.000 karakter.    Kirim ke email  lampostminggu@yahoo.com  atau redaksilampost@yahoo.com
            Honornya sekitar Honornya Rp. 100-Rp. 150 ribu.

6.      Rubrik Perjalanan.
·         Kirim kisah perjalananmu dengan foto-foto yang menarik, sekitar 5 foto. Kirim ke email lampostminggu@yahoo.com  atau redaksilampost@yahoo.com 
Honornya Rp. 150 ribu.


Catatan :
Menulis di Lampung Post, agak sulit menarik uang honornya, karena penulis harus langsung mengambilnya. Cara lain, penulis mempunyai teman/kerabat di Bandar Lampung yang membantu mencairkan honor. Siapkan saja scan KTP, scan surat pernyataan (surat kuasa), tanggal terbit dan judul tulisan.


Sumber :


-->